Jawaban langsung: ya, CV wajib punya NIB
Setiap pelaku usaha yang menjalankan kegiatan usaha di Indonesia wajib memiliki perizinan berusaha, dan bentuk paling dasarnya adalah Nomor Induk Berusaha (NIB). CV termasuk pelaku usaha berbentuk badan usaha, sehingga kewajiban ini berlaku penuh. Tidak ada pengecualian karena CV kecil, baru berdiri, atau belum punya omzet besar.
Bagi usaha berisiko rendah, NIB saja sudah cukup sebagai legalitas untuk persiapan, operasional, dan kegiatan komersial. Untuk usaha berisiko lebih tinggi, NIB menjadi pintu masuk yang harus dilengkapi sertifikat standar atau izin lain. Artinya, urusannya selalu dimulai dari NIB.
Dasar hukum: PP 28/2025 dan sistem OSS
Kewajiban ini bersumber dari PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Aturan ini menggantikan PP 5/2021 dan merupakan turunan dari UU Cipta Kerja. Pasal 4 ayat (1) menegaskan bahwa setiap pelaku usaha wajib memiliki perizinan berusaha sesuai tingkat risiko kegiatan usahanya.
Seluruh prosesnya berjalan lewat sistem OSS (Online Single Submission) di oss.go.id. Teks resmi peraturannya bisa Anda baca di JDIH Setneg. Karena regulasi ini terus disesuaikan lewat aturan pelaksana, selalu cek ketentuan terbaru di portal OSS sebelum mengurus.
Apa itu NIB dan kenapa berbeda dari akta CV
Dua dokumen ini sering tertukar padahal fungsinya berbeda:
| Akta pendirian + SK Kemenkum | NIB |
Fungsi | Membuktikan CV berdiri secara hukum | Identitas dan izin dasar menjalankan usaha |
Diurus lewat | Notaris dan AHU Online | OSS |
Bukti | Akta dan pendaftaran CV | Nomor 13 digit dengan tanda tangan elektronik |
Jumlah | Satu per CV | Satu per pelaku usaha, bisa memuat banyak KBLI |
Urutannya: CV didirikan lebih dulu (akta, pendaftaran di Kemenkum, NPWP badan), baru NIB diterbitkan atas nama CV tersebut. Jika Anda belum sampai tahap itu, pelajari dulu cara pendirian CV di Bandung.